Indie Movie III, The Best Education
14 June 2008
Setelah mengikuti Indie Movie III Lampung, alhamdulillah Gie dapet penghargaan The Best Education. Berita ‘agak lengkapnya’ baca di sini.
Screening pada 15 Mei 2008, di Plasa Pos Bandarlampung.
Sepuluh besar film ditayangkan di Siger TV sejak tanggal 19-28 Mei 2008.
Pengumuman pemenang tanggal 06 Juni 2008, di MM UBL.
Sarjana oh Sarjana.
Produser: Suci Gizela Pertiwi
Sutradara: Hendry Pratama, my lovely husband.
Sinopsis: Bercerita tentang seorang bernama Soni. Lulusan universitas, sarjana. Ibunya selalu uring2an karena dah lama, tidak mendapat pekerjaan juga. Sudah beberapa kali keliling cari kerja, namun selalu ditolak karena kurang pengalaman. Di perjalanan, Soni bertemu beberapa temannya, yang kesemua bukan LULUSAN UNIVERSITAS, namun sudah bekerja lumayan mapan. Ujar ibunya, “Son, Son. Gak malu apa jadi pengangguran. Harusnya kamu itu sudah kerja di kantoran. Kamu kan SARJANA!”
Sasaran: Mengkritik universitas yang ternyata hanya melahirkan pengangguran saja. Dan tentu saja, kamu-kamu semua yang sarjana, tapi sampe sekarang belum dapet kerja. Hohoho…
===
The Best Education Theme Movie. Congrats! Maju pendidikan bagi semua.


Hendry bareng Dewan Juri Dede (IKJ), dan Irwan (Astrada). (Atas) Bareng Hendrick Liu. Pemenang The Best Animation. Filmnya menampilan animasi full 3D. Cukup langka di Lampung. Dulu dia juga teman ngajar desain grafis bareng saya. (Bawah)
==
Sayangnya, pada proses perjalanannya, Indie movie III terlihat ’sekadar mengadakan’ saja, tanpa ada output yang jelas. Contohnya, pada saat pembacaan deklarasi komunitas Indie Movie di Lampung, seua peserta banyak yang bingung, mau ngapain deklarasi itu.
Yang kedua, cukup disayangkan, ketika diskusi panel, sepertinya sebagian besar mengarah kepada film komersil, dan lucunya, yang hadir tampat antusias dan meresponnya. Padahal, setahu saya, Film Indie adalah film perlawanan. Yang dibuat untuk melawan, baik melawan sistem, ketertindasan, kebodohan, ataupun perlawanan terhadap film-film komersil sekarang yang bisa dibilang ide cerita kurang greget.
Kalau dikasih pilihan, pahitnya, tentu sebaiknya Film Indie adalah film yang mengutamakan ide cerita, ketimbang sinematografi. Ketimbang bermain dengan kamera Pro, editing gila-gilaan, namun ide kurang mengena dan tidak bisa berdampak ke penonton dan masyarakat.
Walau demikian, ikut ajang ini cukup seru! Selamat kepada Danyang2 (dari Jogyakarta, namun kabarnya orang2nya dari Lampung semua. Cukup disayangkan, kok ndak bawa nama Lampung aja ya). Terus berkreatifitas!
Salam perubahan!

Entry Filed under: Galeri, Umum. Tags: film, indie, lampung, movie.



Subscribe to the comments via RSS Feed