Manfaat Suami Istri nge-Kost
11 September 2008
Bagi sebagian orang, mungkin aneh dan tak biasa mendengar suami istri kok ngekost. Tapi kalau Anda mahasiswa, apalagi aktivis, pasti sering jumpa hal beginian. Banyak suami istri, yang salah satu atau keduanya masih kuliah, memilih nge-kost dulu dengan berbagai pertimbangan. Coba tengok di antaranya:
1. Memudahkan urusan kuliah. Karna itu, memilih kostan-nya yang dekat kampus.
2. Menghemat. Uangnya bisa dipakai buat biaya kuliah dan urus skripsi (yang kabarnya makan biaya banyak itu). *menggunakan kata kabarnya, soalnya ya saya belum selesai skripsinya
)
3. Hidup sederhana. Rasulullah bilang, hindari pembuatan kamar dan ruangan yang mubazir. Karena itu termasuk perbuatan yang sia-sia.
4. Mbikin lebih mesra. Ya iyalah. Soalnya tiap kemana-mana pasti ketemu. Sejauh mata memandang, di situlah suami/istri kita berada, hehe.
5. Mandiri. Yang namanya menikah, sepatutnya pisah dari orang tua. Mau sesusah apapun keadaan kita, ya harus dihadapi sendiri.
6. Mendewasakan diri. Biasanya, walaupun sudah menikah tapi masih bareng sama orang tua, rasa ‘manja’ pasti tetep ada. Nah, kalau sudah nge-kost, mau ngadu sama siapa selain ke Allah dan suami/istri?
7. Belajar bersosialisasi dan Memperluas Silaturrahim. Namanya juga kostan. Pasti letak kamarnya dempet2an. Mau tak mau, kita harus jalin silaturrahim. Dimana kita belajar bagaimana hidup dengan orang lain. *berhubung saya juga termasuk orang yang Super Duper Kuper, berbalikan dengan suami saya.*
8. … (isi sendiri)
Nah, jadi jangan tunda nikah hanya karena TAK ADA RUMAH. Yakin, deh, Allah pasti kasih rezeki sama suami istri. (Yang implikasinya, karena keyakinan kita itu, Insya Allah kita jadi tambah semangat cari Maisah-nya. So, Insya Allah berdampak kepada pendapatan kita.)
Buktinya, Alhamdulillah suami mampu urus rumah, walau dengan penghasilan kecil-kecilan. Sambil terus mencari, mencari, mencari… Tau apa pekerjaan saya dan suami? Hm, sebut saja PENGUSAHA. Alias senantiasa mengusahakan apa-apa yang bisa diusahakan.
Nb: kalau begitu, mulai tanggal 16 September 2008 nanti, pekerjaan suami saya adalah KONTRAKTOR. Hehe… (Saya Bangga Bersuamikan Dia).







Subscribe to the comments via RSS Feed