Posts Tagged anjal
Mbah Sur Ninggal
Triiiit… Triiiit…
Tiba-tiba Hamida nelp ke HP. Mungkin dia nungguin di Kampus. Sedangkan saya di sini asyik ngeblog. Tau-tau, “Jil, ke Teluk ya. Tempat anak2. Mbah Sur meninggal tadi pagi. Hubungi Ujang aja.”
“Innalillahi…” Masya Allah, setleah sekian lama menderita dengan sakitnya, mbah dipanggil Allah. Mungkin ini jawaban atas doa kami semua, “Ya Allah, berikanlah yang terbaik buat Mbah.”
Sekilas
Mbah Sur, adalah mbah yang tinggal di wilayah kumuh di Gudang Agen, Teluk. Tempat saya aktif ngajar anjal dulu. Bareng Ujang, Ida, Ibnu, dkk. Namun, menjelang dan setelah nikah, saya memang belum sempat datang lagi. Dan sepertinya memang bakal putus. Saya sekali ke sana, sewaktu ‘meriksa’ kondisinya bareng kawan saya ‘Cui’ dari kedokteran, yang diminta tolong. “Penyakitnya udah parah, cay.” kata Cui. Saya cuma bisa nunduk.
Setelahnya, yang ngurusi ya si Ujang dan Hamida. Saya ndak tau lagi perkembangannya. “Dia udah kayak mbah dan keluarga gw sendiri, Ci. Gw kan di sini sendirian,” cerita Ujang.
Ya, mbah. Semoga Allah memberikan tempat yang layak untukmu. Kematianmu mengingatkan kami semua, bahwa hidup di dunia cuma sementara.
Inset foto: 1) Ujang, Ida, dan eMan. Tinggal kenangan. 2) Anak2, gimana kabarnya sekarang? Semoga kalian tetep semangat belajar.
Add comment 29 April 2008








