Posts Tagged islam
Gombal Warning untuk Para Akhwat

Untuk saudari muslimahku tercinta, (pun para ikhwan sebagai saudara muslim), ada satu buku yang ketika dilihat pertama kali, saya langsung tertarik ingin membeli dan membacanya. Bukan apa-apa, judulnya ‘nyeni’ sekali. “Gombal Warning, hati2 akhwat, rayuan ikhwan seringkali lebih dahsyat”. Buku ini ditulis oleh Burhan Sodiq, dan dihargai Rp20.000 saja. Buku ini bacaan ringan, dan jangan salah, justru hal positif yang bisa kita petik setelah membacanya. Insya Allah.
2 comments 24 December 2008
Musdah Mulia, Lesbian Mujtahidah?
Masya Allah, dunia sepertinya makin kacau saja. Belum lagi dikesalkan dengan adanya blog Forum Murtadin Indonesia (Dimana kaum Kristen, Yahudi, dan Atheis bersatu untuk menghancurkan Islam), Aktivis Liberal dan Pejuang Gender si Musdah Mulia kembali membuat ulah. Tidakkah ia berfikir?
Tertanggal 09 September 2008, 14:38:59, ada sms masuk, bunyinya begini:
INFO: Prof selebor asal kesohor, Musdah Mulia tak hanya membolehkan lesbian. Belum cukup puas, diapun mengakomodasikan kedatangan dan mempromosikan Irsyad Manji sang muslimah lesbian untuk datang ke Indonesia. Saking ‘wah’nya, hingga menyebutnya Lesbian Mujtahidah. Tak sedikit mahasiswa UIN Jakarta yang kagum. Mengapa kepada Pejuang Syariah benci, namun malah gandrung kepada Pejuang Amal Hewani? Sebarkan!
Demikian bunyinya. Yup, si Musdah ‘yang gak banget’ Mulia bikin ulah lagi. Masih ingat ketika Maret lalu Musdah memproklamirkan diri sebagai Muslimah Lesbinisme dengan mengatakan, “Homosek dan homoseksualitas adalah kelaziman dan dibuat oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam“? Itu diucapkan pada saat diskusi di Jakarta, dimana dia menyalahkan para ulama dan mengatakan bahwa ulama harus terus melakukan ijtihad dan tidak terkungkung dalam pemikiran2 kuno.
Coba buka ingatan kita pada akhir 2004, ketika publik dihentakkan dengan munculnya Counter Legal Draft (CLD) untuk menandingi Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang konon hendak disorongkan supaya segera menjadi undang-undang oleh pihak-pihak tertentu. FYI, KHI disahkan melalui Inpres, tahun 1991 secara resmi menjadi referensi para hakim agama di Peradilan Agama, terutama dalam memutuskan perkara yang berhubungan dengan perkawinan. Konon, berdasarkan informasi inilah sebuah tim Pengarusutamaan Gender (PUG) Departemen Agama RI membuat rumusan tandingan (counter) bagi KHI.
Add comment 10 September 2008
My Milad
Alhamdulillah… Thanks to Allah that gave me a lot of grace… My Milad, 6th September.
===
Doa Milad/ Doa Ulang Tahun:
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah panjangkanlah umur kami, sehatkanlah tubuh kami, terangilah hati-hati kami, tetapkanlah iman kami, perbaikilah amal-amal kami dan luaskanlah rizki kami. Dekatkanlah kami kepada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejelekan. Penuhilah hajat kami, dunia dan akhirat, akhirilah hidup kami dengan iman, Islam dan ikhsan. Tutuplah akhir hidup kami dengan baik dan janganlah engkau mengakhiri hidup kami dengan jelek.
Ya Allah, jadikanlah akhir perkataan kami ucapan “LA ILAAHA ILLALLAH” dengan rahmat-mu wahai sebaik-baik Penyayang. Rahmat dan kesejahteraan semoga tercurah atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
Aamiin!
Add comment 7 September 2008
Mbah Sur Ninggal
Triiiit… Triiiit…
Tiba-tiba Hamida nelp ke HP. Mungkin dia nungguin di Kampus. Sedangkan saya di sini asyik ngeblog. Tau-tau, “Jil, ke Teluk ya. Tempat anak2. Mbah Sur meninggal tadi pagi. Hubungi Ujang aja.”
“Innalillahi…” Masya Allah, setleah sekian lama menderita dengan sakitnya, mbah dipanggil Allah. Mungkin ini jawaban atas doa kami semua, “Ya Allah, berikanlah yang terbaik buat Mbah.”
Sekilas
Mbah Sur, adalah mbah yang tinggal di wilayah kumuh di Gudang Agen, Teluk. Tempat saya aktif ngajar anjal dulu. Bareng Ujang, Ida, Ibnu, dkk. Namun, menjelang dan setelah nikah, saya memang belum sempat datang lagi. Dan sepertinya memang bakal putus. Saya sekali ke sana, sewaktu ‘meriksa’ kondisinya bareng kawan saya ‘Cui’ dari kedokteran, yang diminta tolong. “Penyakitnya udah parah, cay.” kata Cui. Saya cuma bisa nunduk.
Setelahnya, yang ngurusi ya si Ujang dan Hamida. Saya ndak tau lagi perkembangannya. “Dia udah kayak mbah dan keluarga gw sendiri, Ci. Gw kan di sini sendirian,” cerita Ujang.
Ya, mbah. Semoga Allah memberikan tempat yang layak untukmu. Kematianmu mengingatkan kami semua, bahwa hidup di dunia cuma sementara.
Inset foto: 1) Ujang, Ida, dan eMan. Tinggal kenangan. 2) Anak2, gimana kabarnya sekarang? Semoga kalian tetep semangat belajar.
Add comment 29 April 2008
Islamic Center
Islamic Center, Lampung Timur, Sukadana. Ternyata LamTim punya ‘aset’. Tinggal selangkah lagi, Islamic Center beres. Menunggu waktu, karena Mei ini LamTim jadi tuan rumah MTQ Nasional.
Menghadap Tuhan di tempat baik, Insya Allah hati ikutan membaik… Miss You, my Rabbi.
Add comment 29 April 2008













